NotesWhat is notes.io?

Notes brand slogan

Notes - notes.io



///
Reporter: Pak Bahlil, kemarin ada omongan soal beli nikel dari Filipina enggak,
Pak?

Bahlil Lahadalia: Di dalam pembahasan antar pimpinan bilateral tidak ada. Yang
ada itu adalah B2B (business-to-business) antara teman-teman pengusaha yang ada
di Indonesia dengan teman-teman pengusaha yang ada di Filipina.

Tapi tidak dimasukkan dalam bagian pembicaraan antar negara. Jadi tidak ada. Dan itu saya
pikir bisnis biasa-biasa saja.

Dan hari ini kan harus diakui bahwa negara kita itu sudah menjadi negara yang menganut mashab hilirisasi, industrialisasi di sektor komoditas nikel. Dan Filipina itu kan dia tidak mempunyai industri nikel, tapi dia mempunyai bahan baku. Total cadangan nikel di dunia kita itu kan 43% dan
Filipina itu kurang lebih sekitar ya 15 sampai, kurang lebih ya 15%, hampir 20%.

Jadi akumulasi Filipina sama Indonesia itu di atas 60% kalau diakumulasikan.
Saya pikir ruang itu silakan saja, enggak ada masalah. Selama pasti, ya, memang
nilai ekonomisnya akan dipertimbangkan secara matang.

///



///

Dan saya setelah mendengar masukan dari publik dan teman-teman pengusaha juga saya dapat masukan, maka ini saya pikir saya akan pending untuk Kmembangun formulasi yang baik, yang saling menguntungkan. Negara untung dan juga pengusaha harus untung.

Reporter: Mineralnya apa saja, Pak yang kena?

Bahlil Lahadalia: Kemarin kan disosialisasi itu kan adalah beberapa pajak ekspor
sebenarnya itu. Pajak ekspor. Karena gini, untuk nikel NPI (Nickel Pig Iron),
waktu saya jadi Menteri Investasi, kita kan setuju untuk diberikan tax holiday
dalam rangka membangun hilirisasi. Tapi kan sebagian itu kan industri itu tidak
dibangun hilirisasi sampai di ujung, baru 40%. Padahal dia kan sudah kita kasih
tax holiday. Cenli dong, kita minta "You bangun dong sampai di ujung." Kalau you
enggak mau, berarti kita akan kenakan pajak lain gitu loh. Itu persoalannya cuma
hukum bisnis saja kok itu barang. Ya, dan NPI itu kan empat lima tahun break
even point kok. Saya punya hitung-hitungan. Tapi oke, saya pikir semuanya kita
akan akomodir dan ini kita pending dulu sambil kita bikin formulasi yang baik.
Formulasi yang baik seperti apa? Yang bijak, baik untuk negara maupun untuk
teman-teman swasta.

Reporter: Itu belum ada secara target waktu kapan akan menemukan formulasinya,
Pak?

Bahlil Lahadalia: Saya pikir, saya karena teman-teman wartawan saya belum...
belum baca tapi Ade sudah tulis, maka saya akan mencoba untuk Ade punya pikiran
bahwa saya belum akan menerapkan itu sambil akan menghitung exercise ulang
dengan formulasi yang tepat.

Reporter: Berarti selain royalti yang bea keluar untuk produk turunan nikel
juga, ya?

Bahlil Lahadalia: Nikel itu kan enggak kita ekspor bahan baku. Enggak ada. Timah
itu juga enggak kita ekspor bahan baku. Emas, enggak juga. Tembaga, enggak lagi
kan? Karena semua sudah masuk industri hilir. Jadi, yang dibicarakan itu adalah
simulasi terhadap bea keluar, bukan bea keluar terhadap bahan baku. Gitu ya,
Dinda ya.

///

Reporter: Pak, kalau skema lelang tambang, Pak? Kita komunikasikan sama
pengusaha juga?

Bahlil Lahadalia: Gimana?

Reporter: Skema lelang tambang yang baru.

Bahlil Lahadalia: Gini, saya kan lagi meng-exercise. Harus dimaknai Pasal 33
dulu. Kerangka berpikirnya itu dari Pasal 33. Pasal 33 UUD 1945 itu menyatakan
bahwa seluruh kekayaan yang ada di dalam kandungan bumi Indonesia, baik darat,
laut, dan seluruh ruang angkasa lainnya, dikuasai oleh negara dan dipergunakan
sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Artinya aset ini aset negara.
Pengusaha itu hanya diberikan izin untuk mengelolanya. Tentang skemanya seperti
apa, itu pasti pemerintah akan melihat mana yang win-win. Win-win-nya seperti
apa? Baik untuk negara, baik untuk swasta. Dan itu belum selesai saya melakukan
exercise, ya.

Reporter: Jadi exercise-nya sama pelaku usaha juga atau belum nyampe situ, Pak?

Bahlil Lahadalia: Belum, belum, belum, belum. Belum. Jadi saudara-saudara saya
pengusaha kan mantan pengusaha. Memang kadang-kadang kita pengusaha ini kalau
untung banyak, bilang untung sedikit. Tapi bagus juga kok untung banyak. Yang
penting negara juga dapat banyak. Jadi pengusaha dapat banyak, negara juga dapat
banyak. Jangan pengusaha dapat banyak, negara di... tidak diperhatikan. Itu yang
enggak, ya.

Reporter: Saya kira kita sepakat, Pak, terkait arahan Pak Presiden untuk bisa
meningkatkan pendapatan negara. Tapi di pasar responsnya ini tadi seperti yang
dibilang dan segala macam kurang... kayak ada ketidakpastian gitu, Pak.
Sebenarnya pemerintah mau ke mana arah kebijakannya?

Bahlil Lahadalia: Oh enggak, pemerintah jelas kok. Apanya yang tidak jelas?
Pemerintah ingin adalah pengelolaan sumber daya alam kita harus berlaku adil
dalam konteks pengelolaan bisnisnya, baik adil untuk pengusaha maupun untuk
negara. Itu hanya mencari keseimbangan saja, kok. Kalau pengelolaan tambang,
masa sih pengusaha pendapatannya lebih dari 60%, negara cuma dapat 30
sampai 40%. Kan enggak adil. Tapi kalau pengusaha sudah... ada juga komoditas
tambang yang negara sudah dapat 60 sampai 70%. Ya kalau begitu jangan lagi kita
kenain dong, kan pengusahanya juga harus dihitung untung. Jadi ini hanya mencari
keseimbangan saja, ya.

Reporter: Pak soal Rusia lagi, Pak. Akhirnya kan setelah Bapak dari Rusia,
kilang Tuban ada proses sekarang, Pak.

Bahlil Lahadalia: Panjang, panjang luar biasa sekali.

(Terdengar tawa)

Reporter: Ini ada proses kilang Tuban, Pak. Mereka buka prakualifikasi tender,
Pak, setelah sekian lama. Mungkin ada target-targetnya gimana, Pak, untuk kilang
Tuban kapan bisa dieksekusi, Pak?

Bahlil Lahadalia: Memang kita menyampaikan kepada mereka, bahwa... oh ya saya
harus... memang, saya dalam pertemuan kemarin di Rusia, saya katakan bahwa salah
satu isu yang kita harus selesaikan itu adalah kerja sama Pertamina sama Rosneft
di mana lahannya sudah diselesaikan, bahkan investasi JV-nya (Joint Venture) pun
sudah dilakukan. Tidak akan bisa kita merasakan manfaat dari investasi ini
ketika kita tidak melakukan percepatan. Dan mungkin itu bagian sebagai tindak
lanjut dari apa yang dilakukan oleh teman-teman Pertamina.

Reporter: Targetnya, Pak?

Bahlil Lahadalia: Wah, saya harus jadi PM (Project Manager) pimpinan proyek
Pertamina boleh baru saya. Menteri kan enggak boleh bicara terlalu teknis-teknis
ya. Yang penting cepat. Lebih cepat lebih baik.

Reporter: Pak, kalau blok Tunanya mungkin, Pak? Blok Tunanya yang hulu, hulu
migasnya kan Rosneft ada juga di...

Reporter: Di Laut Cina Selatan.

Bahlil Lahadalia: Oh yang sama apa ini... sama Harbour itu ya? Itu yang di blok
dekat Vietnam itu kalau tidak salah. Nah, itu kemarin dari Rusia, dari Harbour
Inggris, itu sudah melepas sebagian sahamnya untuk ke perusahaan nasional. Jadi
saya pikir itu sebentar lagi sudah... revisinya sudah jalan dan kita targetkan
untuk bisa melakukan percepatan produksinya di 2028, paling lambat 2029.

Reporter: Bukan Pertamina? Swasta?

Bahlil Lahadalia: Bukan Pertamina, swasta.

Reporter: Pak Bahlil, soal ini, Pak, follow up Pertamina yang ke AS, Pak?
Kemarin minggu-minggu kemarin tuh update-nya gimana ya, Pak, follow up-nya?
Pertamina yang ke AS buat kontrak impor minyak tanah eh minyak mentah.

Bahlil Lahadalia: Jadi gini, kita ini kan mencari sumber-sumber crude di hampir
semua dunia. Jadi tidak hanya di Amerika, di Angola, di Nigeria, di Afrika, di
Rusia, kita mencari semuanya. Kenapa? Kita tidak boleh mengharap satu negara
input. Ketika negara tersebut ada masalah, kan kita terekspos denganentingan.
Jadi laporannya sudah masuk dan semuanya kita cari mana yang lebih efisien.

Reporter: Berarti sudah ada perusahaannya, Pak, yang bakal ngirim? Yang sudah
di-...

Bahlil Lahadalia: Ya, namanya supply-demand. Hukum permintaan dan penawaran. Ada
produk, ada market. Saya harus mencari banyak... banyak produk kan. Habis itu
kita lihat mana harga yang paling efisien. Harga yang paling efisien itu yang
kita ambil. Supaya apa? Harga di dalam negeri kompetitif, ya.

///
Reporter: Untuk B50, Pak, kan kemarin katanya...

Bahlil Lahadalia: B50.

Reporter: B50, Pak, update-nya gimana, Pak? Katanya Juli bakal diterapkan.

Bahlil Lahadalia: B50, 1 Juli sudah mulai penerapan dan sudah melakukan tes-tes
terus. Doain, dalam schedule kita setuju di penerapan, doain dalam tes-tes.

Sekarang kan tes di kapal, di beberapa alat berat dan kereta. Mudah-mudahan
enggak ada soal. Kalau dia sesuai schedule, enggak ada soal, 1 Juli
penerapannya. Tapi tatkala dalam pen-uji coba-an itu ada mesinnya, ada mungkin
enggak pas, kita akan melakukan penyesuaian.

Reporter: Pak, soal data BPS, Pak, terkait kemungkinan impornya kalau kata BPS
kan sudah mulai turun, Pak, impor LPG. Katanya untuk bulan Maret saja turun
sekitar 20-an persen, Pak. Kira-kira pemenuhannya gimana sih kondisi saat ini?
Gimana LPG-nya? Terus pemenuhan ke depannya?

Bahlil Lahadalia: Nanti kalau yang itu, kau tanya saya ini kayak seperti ujian
disertasi.

(Terdengar tawa)

Bahlil Lahadalia: Ya, oke, sekali lagi saya katakan untuk teman-teman bahwa
tentang pertanyaan tadi, saya umumkan bahwa sosialisasi kemarin dilakukan oleh
teman-teman itu adalah sesuatu konsep yang belum menjadi bagian dari PP,
Peraturan Pemerintah, dan itu belum diterapkan. Dan itu tidak akan diterapkan
sebelum kita melakukan exercise yang saling menguntungkan. Saya pikir itu di...
dibuat penjelasan yang lebih tepat.

Reporter: Kapan penjelasannya?

Bahlil Lahadalia: Nanti setelah saya akan memutuskan dengan melakukan kajian
lebih mendalam yang saling menguntungkan, ya.

Reporter: Pak, kapal Pertamina yang masih...

Reporter: Oh di Hormuz, Pak, Hormuz! Gimana, Pak, update-nya, Pak? Kemarin kan
katanya pembicaraannya sudah ke arah positif kata Menlu itu, sekarang seperti
apa, Pak?

Bahlil Lahadalia: Masih positif.

(Terdengar tawa riuh)

Reporter: Jadi belum keluar, Pak?

Bahlil Lahadalia: Makasih ya!

(Suasana mencair, wawancara berakhir)
     
 
what is notes.io
 

Notes is a web-based application for online taking notes. You can take your notes and share with others people. If you like taking long notes, notes.io is designed for you. To date, over 8,000,000,000+ notes created and continuing...

With notes.io;

  • * You can take a note from anywhere and any device with internet connection.
  • * You can share the notes in social platforms (YouTube, Facebook, Twitter, instagram etc.).
  • * You can quickly share your contents without website, blog and e-mail.
  • * You don't need to create any Account to share a note. As you wish you can use quick, easy and best shortened notes with sms, websites, e-mail, or messaging services (WhatsApp, iMessage, Telegram, Signal).
  • * Notes.io has fabulous infrastructure design for a short link and allows you to share the note as an easy and understandable link.

Fast: Notes.io is built for speed and performance. You can take a notes quickly and browse your archive.

Easy: Notes.io doesn’t require installation. Just write and share note!

Short: Notes.io’s url just 8 character. You’ll get shorten link of your note when you want to share. (Ex: notes.io/q )

Free: Notes.io works for 14 years and has been free since the day it was started.


You immediately create your first note and start sharing with the ones you wish. If you want to contact us, you can use the following communication channels;


Email: [email protected]

Twitter: http://twitter.com/notesio

Instagram: http://instagram.com/notes.io

Facebook: http://facebook.com/notesio



Regards;
Notes.io Team

     
 
Shortened Note Link
 
 
Looding Image
 
     
 
Long File
 
 

For written notes was greater than 18KB Unable to shorten.

To be smaller than 18KB, please organize your notes, or sign in.